Senin, 17 Desember 2012


Kecerdasan
Kecerdasan adalah anugerah istimewa yang dimiliki oleh manusia. Dengan kecerdasan, manusia mampu memahami segala fenomena kehidupan secara mendalam. Dengan kecerdasan pula, manusia mampu mengetahui suatu kejadian kemudian mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian tersebut. Manusia menjadi lebih beradab dan menjadi bijak. Oleh karena itu, kecerdasan sangat diperlukan oleh manusia guna dijadikan sebagai alat bantu di dalam menjalani kehidupannya di dunia.
Selama ini, ukuran kecerdasan selalu dilihat dari paradigma intelegensi (IQ). Kecerdasan seseorang bisa dilihat dari hasil tes sehingga angka-angka memainkan peranan penting dalam penilaian siswa. Efeknya kecendrungan untuk menilai sesuatu dilandaskan pada rasio saja, tanpa melihat pertimbangan-pertimbangan lain. Ironis sekali, bahwa gagasan yang pada dasarnya cukup baik ini, terpaksa harus membatasi kesempatan banyak orang hanya karena potensi-potensi mereka tidak terukur oleh test kecerdasan (IQ). Yang perlu ditekankan di sini pada betapa test IQ itu ternyata kurang efektif dalam menyeleksi orang berdasarkan aspek kecerdasan.

Beberapa ahli mendefinisikan kecerdasan sebagai berikut:
Binet dan Simon mendefinisikan :
Intelegensia sebagai terdiri atas tiga komponen. Pertama, kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan, Kedua, kemampuan mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah seleasi dilaksanakan, Ketiga, kemampuan untuk mengkritik diri sendiri.

Dalam pengertian lain Goddard (1946) mengatakan :
“Intelegensia sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang langsung dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang.”

Senada dengan itu, Howard Gardner (1983) mendefinisikan :
“Inteligensia sebagai kemampuan untuk memecahkan suatu masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu. Sedangkan memasuki abad-21 Gardner merevisi definisinya menjadi intelligensi adalah kemampuan yang didasarkan pada potensi biopsikologi, untuk memecahkan suatu masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu.”

Henmon mengatakan : “Intelegensia terdiri atas dua faktor, yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh.”

Sementara LM Terman (1916) mendefiniskan : “Intelegensia sebagai kemampuan berfikir abstrak.”

Dengan demikian, dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan atau intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

0 komentar:

Posting Komentar