Senin, 17 Desember 2012


Model Kecerdasan Sosial

Pada tahun 2005, Karl Albrecht mengusulkan sebuah model social intelligence yang terdiri dari lima poin dalam bukunya Social Intelligence : The New Science of Success, yaitu “SPACE”.

1) Situational awareness (kesadaran Situasional)                                      

Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain. Contohnya, apabila ada orang yang merokok di ruang ber AC atau yang merokok di ruang terbuka dan menghembuskan asap secara serampangan pada semua orang disekitarnya, maka orang tersebut masih kurang rasa kesadaran situsionalnya.

2) Presence (Kehadiran)                                                                           

Bagaimana etika penampilan Anda, tutur kata, dan sapa yang Anda bentangkan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya.

3) Authenticity (Keaslian)    
                                                            
Sinyal dari perilaku kita yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan sejumput ketulusan. Elemen ini amat penting sebab hanya dengan aspek inilah kita bisa membentangkan berjejak relasi yang mulia nan bermartabat.

4) Clarity (Kejelasan)                                                                             
Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara renyah nan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Acap kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara cantik sehingga atasan atau rekan kerja kita tidak berhasil diyakinkan.
5) Empathy (Empati)                                                                                         

Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana kita memiliki ketrampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain.

Daniel Goleman mengusulkan bahwa kecerdasan sosial terdiri dari:
ü  Kesadaran sosial (termasuk empati dan kognisi sosial )
ü  Fasilitas sosial (termasuk sinkroni, presentasi-diri , pengaruh , dan kepedulian)

0 komentar:

Posting Komentar