Predikat Atau Label Yang Perlu
Dihindari
orang yang lemah kecerdasan sosialnya sering diberi predikat atau label yang kurang nyaman, seperti ‘kuper’, ‘egoistis’, ‘sombong’.
a.
Kuper
(kurang pergaulan)
Label ini biasanya diberikan kepada orang yang kurang mampu atau kurang suka bergaul. Karena kurang suka bergaul, wawasannya pun terbatas sehingga ketika diajak berbicara terkadang kurang nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan.
Label ini biasanya diberikan kepada orang yang kurang mampu atau kurang suka bergaul. Karena kurang suka bergaul, wawasannya pun terbatas sehingga ketika diajak berbicara terkadang kurang nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan.
b.
Egoistis
Orang semacam ini, melihat pergaulan dan kegiatan bersama dari segi keuntungan bagi diri sendiri saja. Orang ini belum memiliki keseimbangan take and give ia hanya berfikir take saja. Label ini melambangkan kecerdasan sosial yang masih rendah.
Orang semacam ini, melihat pergaulan dan kegiatan bersama dari segi keuntungan bagi diri sendiri saja. Orang ini belum memiliki keseimbangan take and give ia hanya berfikir take saja. Label ini melambangkan kecerdasan sosial yang masih rendah.
c.
Sombong
Orang seperti ini sering tidak mampu melihat dan memanfaatkan keunggulan orang lain untuk bekerja sama. Orang yang tidak pandai bekerja sama sulit untuk mencapai kesuksesan.
Orang seperti ini sering tidak mampu melihat dan memanfaatkan keunggulan orang lain untuk bekerja sama. Orang yang tidak pandai bekerja sama sulit untuk mencapai kesuksesan.
d.
Penyendiri/Soliter
Orang yang suka menyendiri, tidak suka bergaul masih kurang bisa untuk memanfaatkan keuntungan bekerja sama dengan orang lain sehingga di era global yang segalanya serba memanfaatkan sistem kerja sama, maka kita harus menghindari sikap ini.
Orang yang suka menyendiri, tidak suka bergaul masih kurang bisa untuk memanfaatkan keuntungan bekerja sama dengan orang lain sehingga di era global yang segalanya serba memanfaatkan sistem kerja sama, maka kita harus menghindari sikap ini.
e.
Ketus
Di dalam lingkungan masyarakat ataupun lingkungan kerja kadang kala kita menemukan orang yang bicaranya ketus, kurang nyaman didengar. Hal ini menunjukan indikator kelemahan kecerdasan sosial yang dapat menghambat kerja sama dan pancapaian kesuksesan.
Di dalam lingkungan masyarakat ataupun lingkungan kerja kadang kala kita menemukan orang yang bicaranya ketus, kurang nyaman didengar. Hal ini menunjukan indikator kelemahan kecerdasan sosial yang dapat menghambat kerja sama dan pancapaian kesuksesan.


0 komentar:
Posting Komentar